Marhaban Ya Ramadhan

September 11, 2007

Untuk mengukur kualitas iman kita, sebenarnya mudah saja. Saat-saat menjelang ramadhan adalah waktu yang sangat tepat untuk mengetahui kadar keimanan kita. Hal ini bisa diketahui dari sejauh mana kita meng“HARAP” datangnya bulan ramadhan dengan segala persiapan ruhiyahnya.

Itulah mengapa Rasulullah saw. Meminta kita untuk mengamalkan salah satu do’a jauh hari sebelum ramadhan itu datang. Yah tepatnya dua bulan sebelum datangnya ramadhan, yaitu pada awal memasuki bulan rajab kita diminta untuk memanjatkan do’a :

Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban wa ballighna ramadhan
“Ya Allah berkahilah kami dalam bulan rajab dan sya’ban dan sampaikanlah umur kami hingga dapat menjumpai datangnya bulan ramadhan”

Jadi, kalau kita menghadapi bulan ramadhan dengan “adem ayem” atau “santai saja” seolah tidak ada momentum besar yang akan terjadi dalam hidup kita berarti kondisi iman kita masih perlu dipertanyakan kembali. Trus, bagaimana dengan kita…..?

Dalam hal ini kita bisa belajar banyak kepada Rasulullah saw, para sahabat dan para salafush sholih pada umumnya yang mempersiapkan datangnya bulan ramadhan dengan begitu rupa. Dan alhamdulillah saya sering melihat fenomena bagaimana gegap gempitanya masjid dimana saya pernah berinteraksi didalmnya melakukan persiapan dengan melakukan kegiatan bersih-bersih secara gotong royong, juga tampil dengan cat baru.

Sesungguhnya ketika kita mempersiapkan datangnya bulan ramadhan, sebenarnya adalah mempersiapkan diri untuk masuk surga. Karena saat ramadhan datang sebagimana hadist rasulullah saw, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup dan syaitan dibelenggu. Jadi kalau ada manusia yang masih melakukan maksiat, berarti dia lebih jahat dari syaitan. Sebagaimana yang diungkapkan ustadz HM. Taufik A.B mengutip salah satu ungkapan bahwa :
“Nafsu manusia itu lebih jahat dari tujuh puluh syaitan”

Dan ada ungkapan lain yang disampaikan :
Seseorang yang takut masuk neraka sama takutnya dengan kefakiran, maka dia masuk surga

Terakhir, beliau menyampaikan bahwa didalam memasuki bulan ramadhan, kita harus memiliki manajeman yang baik, diantaranya adalah :

Manajeman NIAT
Niat memegang peran yang sangat penting dalam ibadah. Jangan sampai ibadah yang kita lakukan sia-sia gara-gara salah dalam niat. Ketika melakukan shodaqoh misalnya jangan sampai niatnya agar dilihat orang sebagai dermawan, tetapi kita niatkan untuk Allah semata. Bagi Ibu-Ibu jangan sampai puasa niatnya untuk terapi kesehatan atau agar badannya langsing misalnya, dst.

Disamping itu, kalau kita memiliki niat berbuat baik tapi belum sempat terlaksana, sudah tercatat sebagai satu kebaikan. Tetapi kalau kita memiliki niat berbuat jahat/maksiat dan belum sempat terlaksana, maka sudah tercatat sebagai satu kemaksiatan. Jadi dalam hal ini kita jangan sampai salah niat.

Manajemen WAKTU
Berhubung nilai pahala di bulan ramadhan dilipatgandakan sampai dengan 70 kali. Maka kita harus tahu waktu dimana kita harus beribadah secara khusus dan dimana kita melakukan aktifitas rutin dalam pekerjaan kita. Bulan ramadhan harusnya makin menambah produktifitas, bukan malah melakukan pengurangan jam kerja dan memperbanyak waktu tidur. Disamping ada pahala juga disini, termasuk pimpinan yang memberikan kelonggaran waktu (beribadah) bagi karyawannya. Ingat, Rasulullah saw tidak pernah tidur lagi habis sahur/shubuh.

Manajamen IBADAH
Kita juga harus tahu ibadah-ibadah apa yang harus dilakukan dan berikutnya kita buat target pencapaian tentunya dengan mempertimbangkan aspek kuantitas dan kualitasnya sekaligus. Diantaranya adalah Puasa itu sendiri, qiyamullail (tarawih & witir di malam hari), tilawah qur’an, zakat-infaq-shodaqoh, dzikir, I’tikaf. Juga yang tak kalah spektakuler pahalanya adalah umrah ramadhan. Jadi yang punya rizqi berlebih ndak ada gunanya untuk menunda ibadah yang satu ini.

Catatan Penting :
tulisan diatas adalah sekelumit yang bisa saya rekam dari kajian rutin pimpinan kantor tempat saya bekerja yang disampaikan Ustadz. H.M. Taufik AB (Nara Qualita Ahsana) tadi malam di rumah Pak Asep Suhendi. (tentunya banyak kekurangan, harap dimaklumi ya….)

“Allahumma ballighna ramadhan” kita tidak tahu umur kita sampai dimana, dan peluang surga ada dihadapan dengan menyambut datangnya bulan ramadhan dengan gegap gempita, penuh syukur dan ibadah yang cukup. Mari kita saling mengingatkan dalam kebaikan, semoga ramadhan kali membawa prestasi yang lebih baik di hadapan allah swt. Amiin.

Advertisements

Bisnis Itu Mudah & Menyenangkan

September 10, 2007

Saat kita mulai bisnis mungkin kita tidak banyak tahu tentang seluk beluk bisnis yang kita jalankan. Dan dari sinilah kita bisa belajar tentang banyak hal menyangkut aktifitas bisnis yang kita geluti.

PERTAMA
Saat pertama kali ada barang menumpuk di rumah, saya berfikir, mau diapakan barang yang sebanyak ini. Tapi Allah berkenan membukakan jalan kita satu persatu yang intinya kita harus lakukan sesuatu supaya barang ini bisa berpindah tangan.

Dari mulai menghubungi keluarga-teman dekat, ikut dalam kegiatan bazar sampai dengan iklan di media. Seiring berjalannya waktu, keluarga-teman dekat-orang yang belum kami kenal tadi memberikan respon yang positif dan akhirnya beberapa dari orang tersebut menjadi mitra kami saat ini.

KEDUA
Ketika bazar, awalnya juga mengalami kesulitan karena memang belum pernah sama sekali melakukan aktifitas yang satu ini. Tapi memang benar kata teman TDA bahwa rizqi itu tidak pernah jatuh ke tempat yang salah. Dan akhirnya kami enjoy saja melakukan aktifitas ini di bazar yang kedua. Komunikasi menjadi mudah dan yang pasti menjadi ”pedagang” itu pekerjaan mulia.

KETIGA
Trus, waktu ada order dari luar kota/luar jawa masih juga mengalami hal yang sama. Ini nanti mau dikirim pakai apa, kalau ternyata biaya kirimnya kemahalan nanti akan mengurangi margin dari para mitra kami. Lha wong kita kenalnya khan dengan expedisi tertentu yang kalau pengirimannya banyak khan mahal banget gitu.

Alhamdulillah setelah berjalannya waktu, kami menemukan banyak expedisi yang ”murah banget” dan ”aman”, dan informasi ini diantaranya berasal dari para mitra kami disamping kami hunting sendiri ke beberapa expedisi. Dari mulai jasa expedisi darat melalui armada bus, cargo melalui kapal laut sampai dengan cargo via udara, dll.

Dengan keyakinan bahwa apa yang kami kirim insyaallah akan sampai kepada para mitra kami dengan selamat, alhamdulillah memang demikian adanya meskipun ada satu/dua yang mengalami keterlambatan. Maklum kami belum mengetahui betul karakter masing-masing expedisi yang memang baru kami kenal tersebut.

KEEMPAT
Desain iklan juga demikian, awalnya bentuknya amburadul banget, wajar lha wong gak pernah berkecimpung di marketing & desain, meskipun di kantor patner kerjanya juga dengan orang marketing he..he..Sekali lagi kami patut bersyukur karena desain yang awalnya amburadul sekarang sudah mulai ketemu bentuknya. Nah rekan-rekan bisa lihat nanti di edisi september dan jangan lupa kasih saran yah…he..he…

Yah itu adalah sebagian pengalaman saya selama menjalankan bisnis sebagai pemasar utama produk busana muslim anak ANNIDA-Islamic Kids Wear.

Teriring ucapan trimakasih kepada para mitra kami yang tersebar dari ujung sumatera sampai dengan ujung timur indonesia (jayapura), semoga Allah senantiasa memberikan rizqi yang halal dan barokah serta ridho-Nya atas ikhtiar yang kita lakukan.

Dan jangan lupa Ramadhan semakin dekat, hitung harta kita dan berapa yang harus dibayarkan untuk zakat…….

Andakah mitra kami selanjutnya……..
Keterangan lebih lanjut, klik :
www.galeri-annida.com
www.galeri-annida.blogspot.com


Investor Gathering “Takaful”

September 7, 2007

Alhamdulillah tadi malam saya berkesempatan hadir dalam acara Investor Gathering yang diselenggarakan lembaga asuransi syari’ah pertama di Indonesia “Takaful” di Hotel Novotel. Selain talkshow yang diisi oleh empat narasumber yang berbeda kompetensi juga diadakan peluncuran produk baru takaful dengan brand Takafulink Alia.

Narasumber tersebut adalah Pak Agus (Dirut Asuransi Takaful Keluarga), Pak Rosinu (Dirut Trimaegah Securities), Bu Ita (Dosen, Konsultan Perencana Keuangan) dan Seorang Analis dari Bursa Efek Surabaya (wah saya lupa namanya nih…).

Sedangkan Takafulink Alia adalah produk yang memadukan antara investasi dan proteksi, dalam hal ini investasi di pasar modal dengan mempertimbangkan aspek syari’ah tentunya. Makanya untuk produk ini PT. Takaful menggandeng PT. Trimegah Securities yang bertindak sebagai finance managernya.

Acara ini menjadi menarik karena saya bertemu dengan orang-orang baru yang belum pernah saya temui sama sekali. Yah, jadinya punya teman baru, mitra bisnis baru dan yang pasti ada ladang amal baru yaitu silaturrahim.

Acara tersebut diakhiri dengan penarikan doorprize dan pengumuman siapa saja investor yang bergabung pada malam itu. Dan doorprize utama diberikan kepada seorang Ibu yang menginvestasikan dananya sebesar 300 juta dan merupakan investasi tertinggi yang aplikasi pada malam itu.

Nah, bagi rekan-rekan yang tertarik dengan produk investasi ini bisa mengetahui lebih lanjut di link berikut ini. Atau kalau mau langsung berkomunikasi dengan salah seorang praktisi takaful yang akan membantu anda sekalian hubungi aja link berikut ini.


Catatan Penting :

Yah tadi malam itu saya hanya bertemu dengan 3 orang yang memang sebelumnya pernah saya kenal. Mbak silfi (karyawan takaful yang mengantarkan undangan ke rumah saya) dan Yuliani alias Umu Hamas (anggota DPRD Kota Surabaya). Trus ketemu lagi dengan kawan online saya yang giat mengkampanyekan produk syariah ini, Mas Arief.


Khabab Bin Arats, GAJInya yang BESAR selalu diSEDEKAHkan untuk Orang Lain

September 3, 2007

Laki-laki tukang pandai besi ini adalah generasi assabiqunal awwalun. Ia begitu terpesona dengan cahaya kebenaran Islam yang dibawa Muhammad saw. Ia masuk Islam ketika masa awal-awal dakwah Islam yang penuh dengan cobaan dan penderitaan.

Khabbab merupakan diantara sahabat saat itu yang mengalami siksaan yang cukup pedih dari orang-orang kafir Quraisy. Tubuhnya dililit belenggu dan rantai besi panas pada kaki dan tangannya sebagaimana sahabat Bilal ditindih tubuhnya dengan batu besar di tengah padang pasir. Suatu hari ia bersama sahabat yang lain menemui Rasulullah tetapi bukan karena kecewa dan kesal dengan pengorbanan ini melainkan mengharap do’a keselamatan.

Sebagaimana diceritakan sendiri oleh Khabbab, ”Kami pergi mengadu Rasulullah saw yang ketika itu sedang tidur berbantalkan kain burdahnya dibawah naungan Ka’bah. Kami memohon kepadanya, ”Wahai Rasulullah, tidakkah anda hendak memintakan kepada Allah pertolongan bagi kami….?” Rasulullah saw pun duduk, mukanya jadi merah, lalu sabdanya : ”Dulu sebelum kalian, ada seorang laki-laki yang disiksa, tubuhnya dikubur kecuali leher keatas, lalu diambil sebuah gergaji untuk menggergaji kepalanya, tetapi siksaan demikian itu tidak sedikitpun dapat memalingkannya dari agamanya….!

Ada pula yang disikat antara daging dan tulang-tulangnya dengan sikat besi, juga tidak dapat menggoyahkan keimanannya….sungguh Allah akan menyempurnakan hal tersebut, hingga setiap hamba yang bepergian dari San’a ke Hadramaut, tiada takut kecuali Allah SWT, walaupun ada serigala diantara hewan gembalaannya. Tetapi saudara-saudara terburu….! Ketika mendengar hal ini, bertambahlah keimanan dan keteguhan hati mereka serta merta berikrar untuk membuktikan kepada Allah dan Rasul-Nya tentang ketabahan, kesabaran dan pengorbanan.

Pada masa Umar Bin Khattab menjadi Khalifah hingga Ustman Bin Affan, sahabat Khabbab termasuk kaum muhajirin yang mendapat gaji besar, akan tetapi gaji itu tidak pernah diambil semuanya. Gaji besar beliau sedekahkan kepada siapa yang memerlukannya. Beliau sangat teguh memegang prinsip hidup sederhana di masa awal Islam ketika saat itu harta kekayaan mulai melimpah.

Ketika menjelang wafatnya, ia meneteskan air mata ketika melihat kain kafan yang disediakan untuknya sangat mewah. ”lihatlah ini kain kafanku…..!Bukankah kain kafan Hamzah, paman Rasulullah saw, ketika gugur sebagai salah seorang syuhada hanyalah burdah berwarna abu-abu, yang jika ditutupkan ke kepalanya terbukalah kedua ujung kakinya, sebaliknya bila ditutupkan ke ujung kakinya, terbukalah kepalanya….?”

Ali Bin Abi Thalib telah mengajarkan sebuah do’a kepada kita, yang intinya sebuah permohonan pada Allah untuk meletakkan dunia di tangannya, bukan dihatinya. Begitulah semestinya kita menjadikan dunia (harta, tahta, wanita/keluarga) di tangan kita, sehingga kita bebas mengendalikan dunia kita itu (untuk kebaikan).

Dan bukan kita yang dikendalikan dunia (karena dunia kita lalai berbuat baik, kita semena-mena memperlakukan orang lain, dan semacamnya). Dengan kata lain, menjadikan dunia sebagai sarana untuk berbuat baik, dan bukan tujuan setiap amal kita (bukankah tujuan hidup kita , hanyalah untuk beribadah kepada allah SWT ?)

Nah, Khabbab Bin Arats menyadari betul bahwa dunia hanyalah sarana untuk menuju surga. Karenanya disedekahkanlah hartanya di jalan Allah, untuk mengejar pahala akhirat sebagaimana yang diabadikan dalam Al Qur’an Surat Ash Shaff ayat 10-12.

Khabbab juga menyadari, dunia hanyalah ujian. Kaya adalah ujian untuk bersyukur. Apakah dengan harta yang banyak, kita mampu mensyukuri nikmat Allah dengan menyedekahkan harta. Miskin adalah ujian kesabaran. Apakah dengan harta kekurangan, kita mampu untuk senantiasa berbuat baik dan menjauhi maksiat, seperti mencuri, korupsi, menipu dan semacamnya.

Kelebihan harta, seringkali membuat cemas para sahabat dan para salafus sholih. Mereka khawatir, kelebihan hartanya di dunia mengurangi jatah nikmatnya di surga kelak. Demikian juga yang terjadi pada Khabbab. Karenanya, disedekahkanlah gaji besarnya. Dan iapun menangis, hanya karena melihat kain kafan. (kain yang tidak dipakainya ketika hidupnya) itu sangat mewah. Lalu, bagaimana dengan kita…?
(Karakteristik 60 sahabat Rasulullah)

Catatan Penting :
Hanya sebuah ikhtiar untuk mempersiapkan diri menyambut datangnya Ramadhan 1428 H, semoga bisa mempersembahkan amal terbaik termasuk juga zakat, infaq & shodaqoh.



Ruang Kenangan

August 24, 2007

Saat kita terpuruk, hal yang terindah yang mampu membangkitkan semangat kita adalah masa dimana kita pernah mengalami kejayaan. Kejayaan itu bisa berupa apa saja, seperti saat terindah dimana kita mulai bisa membaca Al Qur’an, saat dimana kita bisa setiap saat bangun di sepertiga malam dengan begitu mudahnya dan dengan leluasa memadu kasih dengan Rob tercinta, Allah SWT.

Juga bisa berupa kenangan tatkala kita meraih prestasi baik akademik maupun non akademik yang meruapakan aktifitas yang sangat kita sukai. Dan juga saat kita mampu memulai bisnis dengan modal yang nyaris tidak ada tetapi mampu menjadi bisnis besar bahkan beromset miliaran.

Bisa juga saat kita penuh dengan kedamaian bersama keluarga besar di tanah kelahiran kita, seperti yang pernah dialami oleh Rasulullah SAW ketika lama hijrah ke Madinah. Beliau rindu akan kenangan dengan tanah kelahirannya, Makkah dan itu diungkapkan dengan sangat expresif dan diabadikan dalam hadist.

Yah, “Ruang Kenangan”, begitu saya menyebut dan Bung Karno mengingatkan kepada kita untuk selalu ingat pada kenangan masa lalu dan menyebutnya dengan “Jas Merah” (jangan sekali-kali melupakan sejarah) atau dalam bahasa manajemen seringkali para trainer menyebutnya dengan istilah “Moment Of Greatnes” (masa-masa dimana kita mendapatkan & menemukan momentum prestasi puncak dalam hidup kita).

Semakin kita memiliki ruang kenangan yang penuh dengan energi positif maka semakin dekat pula kita dengan sukses. Karena sesungguhnya sukses itu adalah akumulasi dari prestasi yang pernah kita raih sebelumnya. Seorang atlit renang misalnya dia tidak akan mampu meraih rekor dunia tanpa melalui rekor kecil sebelumnya. Bahkan saat Thomas Alfa Edison mengalami kegagalan ribuan kali itu dia tidak menganggap sebagai kegagalan tetapi dia menganggap sebagai persitiwa yang karenanya dia menemukan hal-hal baru setiap mengalami kegagalan tadi.

Kenapa kita perlu menyediakan ruang kenangan dalam diri kita, setidaknya ada beberapa manfaat yang bisa kita ambil bersama, diantaranya :

Membangkitkan MOTIVASI
Seorang pebisnis besar, hal yang paling diingat adalah saat dimana dia mengalami kegagalan/keterpurukan dan kemudian dia bisa bangkit lagi. Seorang pembaca/penghafal Al Qur’an yang mahir, hal yang paling diingat adalah saat dimana dia mengalami proses belajar kerasnya untuk bisa membaca/menghafal.

Seperti Pak Yeyen (SEC) yang saat ini mulai mengalami prestasi yang baik dalam bisnisnya. Dia baru saja membeli property seharga miliaran dengan modal puluhan juta atau setara hanya untuk bayar sewa property satu tahun. Dia mengatakan seringkali ingat dengan masa lalunya, yang kalau difikir dengan akal sehat semuanya ”tidak masuk akal”. Dimana seringkali mengalami keterpurukan dalam bisnis yang hampir membawanya ke jurang perceraian dengan istrinya dan dia mampu bangkit dengan segala potensi dan keyakinan yang dimilikinya.

Mengingatkan akan pentingnya EVALUASI
Seringkali kita lupa dengan hal ini, padahal perannya sangat dahsyat untuk mengarahkan dan mempercepat ke arah tujuan yang benar. Dengan melakukan evaluasi kita akan tahu posisi kita saat ini dan apa yang bisa kita lakukan untuk masa mendatang.

Membangkitkan energi POSITIF
Dengan mengingat momen-momen bahagia atau saat dimana kita mendapatkan prestasi, ”moment of greatness”, akan membangkitkan seluruh persendian kita untuk melakukan hal yang sama dengan prestasi yang lebih besar tentunya. Jadi sikap positif adalah penting. Namun perubahan untuk menjadi lebih baik/positif dalam kehidupan/bisnis kita adalah lebih penting. Tidak hanya sikap saja, tapi sudah menjadi tindakan untuk selalu lebih baik.

Membangkitkan gairah CINTA
Dengan kembali mengingat masa lalu apalagi kenangan indah, maka akan membangkitkan gairah cinta. Hubungan suami istri akan semakin intim dengan mengingat masa-masa awal saat memulai maghlighai pernikahan yang penuh keindahan. Aapalagi menurut Pak Anang supardi (Managing Director SAMdesign), kreatifitas akan tumbuh jika ada cinta didalam diri kita. Saat kita memulai bisnis garmen misalnya, maka kita harus melakukannya berdasarkan cinta dan bukan sesuatu yang dipaksakan.

Catatan Penting :

Selamat atas pelantikan Bapak Dr. Rer. Nat. Triwikantoro, M.Sc. sebagai Dekan FMIPA ITS Surabaya dan Bapak Dr. Mardi Santoso sebagai Pembantu Dekan I FMIPA ITS Surabaya hari ini Jum’at 24 Agustus 2007. Pengin kenal beliau, klik disini.

(beberapa sms dari para mitra ANNIDA-Islamic Kids Wear beberapa hari yang lalu)
”alhamdulillah Bu, baju ANNIDA sudah nyampai kemarin dan sudah langsung laku 10 stel”
”baju ANNIDA nya sudah sampai, alhamdulillah semuanya dalam keadaan baik, saya order lagi Bu ya 50 stel, tolong kirim via ALS saja. Trimakasih”


Sabar dan Harap

August 21, 2007

Kemarin, saya baru saja bertemu dengan Ustadz Ahmad Arqom. Beliau adalah guru dan sekaligus sahabat saya yang sangat bersahaja, disamping beliau juga merupakan trainer di LMT Trustcho Surabaya. Ustadz Ahmad begitu biasanya kami memanggilnya juga merupakan salah seorang yang istimewa di hati saya karena beliau adalah ustadz yang berkenan menyampaikan khutbah nikah di pernikahan saya dulu di Masjid Muhammad Cheng Hoo.

Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan materi kajiannya dengan tema ”Sabar dan Harap”, yang saya ceritakan berikut ini.

Tiba-tiba kita mungkin mengalami problem semangat untuk maju, karena tiba-tiba kita kehilangan motivasi untuk bekerja dan berusaha. Ini biasa terjadi dalam perjalanan hidup, tidak hanya pada orang-orang biasa seperti kita, manusia-manusia luar biasa seperti para Nabi dan Rasul juga mengalami hal serupa.

Pada salah satu tahap kehidupan kita, memang beban persoalan kehidupan yang harus kita pikul tiba-tiba melebihi daya pikul kita. Ini terjadi karena kapasitas kepribadian kita secara spiritual-emosional dan intelektual, tidak kita upgrade sehingga memungkinkan untuk itu.

Disamping itu, watak dan kebiasaan manusia yang cenderung tidak menyadari kesalahan mendasarnya dalam bersikap, Ia lebih menyalahkan factor-faktor diluar dirinya daripada mengarahkan perhatiannya pada sudah menurunnya kualitas kepribadiannya.

Saya berusaha untuk selalu membiasakan, melihat dan menakar kapasitas kepribadian saya, jika tiba-tiba menghadapi beban persoalan hidup yang begitu banyak dan berat. Dan, kapasitas kepribadian itu paling tidak meliputi kapasitas keyakinan, kapasitas keluletan-kesabaran dan kapasitas harapan.

Kapasitas Keyakinan
Dalam kehidupan kita, keyakinan pada kemutlakan kekuasaan-Nya, memiliki fungsi untuk :

  • Memberi kejelasan pandangan, yang tidak kepada mata lahir kita tetapi kepada mata batin kita, sehingga kita memilih untuk tetap mencoba dan berusaha.
  • Memberi kekuatan kepada kita untuk terus bekerja, berusaha dan berjuang walaupun segalanya dianggap tidak mungkin.

Kapasitas Kesabaran-Keuletan
Harus disadari bahwa keyakinan saja tidaklah cukup, sebab masalah-masalah dalam hidup kita itu mendera dalam rentang waktu yang tidak singkat. Instrumen kepribadian lain yang dibutuhkan kemudian adalah : kesabaran-keuletan-kegigihan-kepercayaan diri dan optimisme.

Kalau keyakinan itu memberi manfaat kepada kita untuk memilih tetap dan terus berusaha, maka kesabaran-keuletan-kegigihan-kepercayaan diri dan optimisme memberi kita daya tahan untuk terus melakukan itu.

Kapasitas Harapan
Keyakinan membuat kita mengetahui dan menyadari kemutlakan kekuasaan-Nya atas apapun di alam semesta ini termasuk didalamnya adalah sebab-sebab. Ia juga memberi rasa percaya diri kepada kita untuk menaati perintah-Nya karena kepastian janji-Nya.

Adapun kesabaran-keuletan-kegigihan-kepercayaan diri dan optimisme memberi kita usia berjuang yang lebih lama untuk terus mencoba.

Nah, adapun harapan akan memberi kita sebanyak seribu alasan untuk tetap terus berjuang.


Catatan Penting :

Ucapan terima kasih kepada para mitra annida islamic kids wear di seluruh indonesia, semoga kebersamaan kita ini akan memberikan manfaat yang besar dan mendatangkan barokah dan ridho dari Allah SWT. Amiin. Teriring salam kepada Ibu Endah (Lmg), Ibu Dienastaty dan Ibu Pipit (Sby), Ibu Atik Kuswadi (Jayapura), Pak Adi Prayitno-Ar Rahman Distro (Jaktim), Ibu Aditya Maharani (Sangatta), Ibu Fauza (Medan), Ibu Ulfa (Bogor), Bapak Siswaya (Bekasi), Ibu Imelda (Padang) dan seterusnya…….

Selamat & Barokallah atas terselengaranya kegiatan BeSmart oleh Uswah Student Center di Auditorium Indosat, ahad 19 agustus 2007, trimakasih atas kehadiran bapak Dr.Ir. Daniel M. Rosyid (ketua dewan pendidikan prop. jatim), bapak Ahmad Afandi (wakil walikota sby), bapak dari diknas kota sby, mas marendra darwis (penulis & penggiat pelajar berprestasi) dan mas salim a. fillah (penulis muda) juga kepada Indosat selaku sponsor utama dan seluruh pihak yang berperan. Semoga mampu menghadirkan wajah pelajar indonesia yang punya prestasi internasional dan berakhaqul karimah. amiin….


Para peCINTA waktu FAJAR

August 15, 2007

Fajar, merupakan simbol kemunculan semua kebaikan, simbol kemenangan, lambang kehidupan, identitas masa muda, bukti gerak dan dinamisme juga merupakan dalil kebenaran dan keadilan. Fajar terjadi pada waktu sangat hening. Selain itu, fajar merupakan saat-saat kebeningan, moment pembangkit rizki.

Shalat fajar (Shubuh) bukti nyata kuatnya iman dan kesuciannya dari kemunafikan, sebab waktu itu saat serba sulit bagi jiwa manusia. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda di hadits yang diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim :

“Shalat paling berat pelaksanaannya bagi orangorang munafik oalah shalat Isya’ dan shalat Shubuh. Andai mereka tahu kebaikan pada keduanya, tentu mereka mengerjakannya kendati dengan merangkak.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim)

Dr. Abdul Hamid Dayyab berkata, “Manfaat kesehatan yang diperoleh orang dengan bangun pagi banyak sekali. Di antaranya, gas O3 di udara sangat melimpah saat fajar, lalu berkurang sedikit demi sedikit, hingga habis ketika matahari terbit. Gas O3 punya pengaruh positif pada urat sraf, mengaktifkan kerja otak dan tulang. Ketika seseorang menghirup udara fajar yang dinamakan udara pagi, ia merasakan kenikmatan dan kesegaran tiada taranya di waktu mana pun, baik siang atau malam”

DUA RAKA’AT SHOLAT FAJAR

Dua raka’at shalat Fajar adalah shalat sunnah qabliyah (sebelum) shalat Shubuh. Shalat ini disukai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, hingga beliau bersabda,

“Dua raka’at shalat Fajar lebih baik dari dunia dan seisinya.” (Diriwayatkan Muslim)

Di riwayat Muslim yang lain disebutkan,

“Sungguh, dua raka’at shalat Fajar lebih aku sukai daripada dunia semua.”
(Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim)

Jika dunia dan seisinya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan dua raka’at shalat sunnah fajar (Shubuh) di mata Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, bagaimana keutamaan shalat Shubuh itu sendiri?

ORANG YANG MENGERJAKAN SHOLAT SHUBUH & SHOLAT ASHAR TIDAK MASUK NERAKA

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menyebutkan, siapa saja konsisten mengerjakan shalat Shubuh dan shalat Ashar, ia masuk surga dan dijauhkan dari neraka. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam tersebut,

“Barangsiapa mengerjakan shalat Shubuh dan shalat Ashar, ia masuk surga.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda,

“Siapa pun yang mengerjakan shalat sebelum matahari terbit (shalat Shubuh) dan terbenam (shalat Ashar), maka tidak akan masuk neraka.” (Diriwayatkan Muslim)

Imam Al-Manawi berkata,
“Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam memberi penekanan khusus pada shalat Shubuh dan shalat Ashar, karena punya nilai lebih dibandingkan shalat-shalat lainnya, atau karena disaksikan malaikat yang bertugas malam dan siang hari, atau karena kedua shalat itu sulit dikerjakan manusia, sebab waktu shalat Ashar merupakan waktu sibuk sedang shalat Shubuh adalah waktu sulit. Karenanya, barangsiapa memperhatikan kedua shalat itu, ia pasti memperhatikan shalat-shalat lainnya. Barangsiapa mengerjakan kedua shalat itu dengan konsisten, tentu ia lebih konsisten mengerjakan shalat-shalat lainnya dan ia nyaris tidak lalai. Jik ia seperti itu, dosa-dosanya diampuni dan ia masuk surga”

QUR’ANUL FAJR

Allah Ta’ala berfirman,

“Dan shalat Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan.”
(Al-Isra’: 78)

Yang dimaksud dengan Qur’anul Fajr pada ayat di atas ialah shalat Fajar (Shubuh), yang disaksikan para malaikat. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

“Malaikat yang bertugas malam dan malaikat yang bertugas siang pergi secara bergantian kepada kalian. Mereka bertemu saat shalat Shubuh dan shalat Ashar. Malaikat yang bertugas malam naik, lalu ditanya Allah. Padahal Dia lebih tahu daripada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hamba-hamba-Ku?’ Para malaikat yang bertugas malam menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka sedang mengerjakan shalat dan datang lagi kepada mereka saat mereka mengerjakan shalat’.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim).

Betapa bahagianya orang yang mampu berjihad melawan dirinya, tidak menggubris kenikmatan dan kehangatan “ranjang”, serta melawan semua daya tarik yang menyeretnya ke “ranjang”, demi mendapatkan “cek” bersih dari sifat orang munafik, menjadi orang-orang yang layak menerima berita gembira Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam akan masuk surga, memperoleh kesaksian para malaikat dan pertanyaan Allah Ta’ala. Karena keagungan fajar, Allah Ta’ala bersumpah dengannya saat berfirman,

“Demi fajar. Dan malam yang sepuluh.” (Al-Fajr: 2)

FAJAR ITU STANDARD UNTUK MENILAI ORANG

Para sahabat Radhiyallahu Anhu menjadikan shalat jama’ah Shubuh sebagai standart untuk menilai orang. Barangsiapa hadir di jama’ah shalat Shubuh, mereka mempercayainya. Dan, barangsiapa tidak menghadirinya, mereka berburuk sangka padanya. Ibnu Umar Radhitallahu Anhuma berkata, “Jika kita tidak melihat seseorang di jama’ah shalat Shubuh dan Isya’, kita berburuk sangka padanya.”

Apakah perkataan Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma ini tidak mengguncang hati kaum mukminin dewasa ini, membuat mereka berlomba dengan orang lain untuk menghirup udara pagi, menjadi orang-orang terdepan yang akan ditulis di buku para malaikat yang bertugas malam dan siang hari, serta menjadi pecinta-pecinta fajar?

catatan penting :

hanya sebuah ikhtiar untuk mempersiapkan ramadhan 1428 h lebih baik lagi……Allah menyediakan samudra cintanya yang maha luas di bulan ini untuk hamba-Nya yang beriman, dan kalau kita meneguknya semaksimal yang kita mampu, maka cinta-Nya melebihinya…..

barokallah…atas terpilihnya bapak DR. Rar.Net. Triwikantoro, MSc sebagai dekan FMIPA ITS Surabaya. Seorang yang sangat bersahaja, sahabat sekaligus guru saya, yang pernah mengisi hidup saya dalam kebersamaan beberapa waktu lalu. Semoga mampu mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. amiin.