Serial Manajemen Diri : MENGENAL DIRI SENDIRI

March 4, 2008

Pernakah Kita merenungkan siapa sebenarnya diri Kita ? Pernakah terfikir dalam diri Kita, dari mana Kita, hendak kemana tujuan Kita dan untuk apa Kita hidup di dunia ini ?

Orang yang ma’rifat akan bisa menemukan jawabannya seperti yang dikatakan Sayyidina Ali :
“Barangsiapa mengenal dirinya maka dia akan mengenal Rabnya (Tuhannya)”

Maka aneh bila seseorang tidak mengenal dirinya sendiri. Ibarat pasien, ia harus tahu lebih dahulu apa gejala penyakit yang menimpanya sebelum ia konsultasi kepada dokter dan meminta resep.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Marketing Tender

February 4, 2008

Saya mendengar istilah ini dari seseorang yang sudah lama berkecimpung dalam dunia marketing. Ialah Pak Mahfudi yang memopulerkan istilah ini “MARKETING TENDER” pada pertemuan JATIM BUSINESS FORUM beberapa waktu yang lalu. Meskipun saya sudah pernah melakoninya, tapi belum terfikir dengan istilah yang satu ini.

Beliau saat ini adalah supplier sekaligus distributor alat-alat kesehatan dan pertanian. Beliau aktif memasarkan produknya dengan metode “MARKETING TENDER” ke berbagai instansi pemerintahan, seperti rumah sakit, dinas pertanian, laboratorium, dunia pendidikan dll.

Read the rest of this entry »


Welcome The Rise Of Marketing 3.0

December 24, 2007

Beberapa saat yang lalu, tim Annida Islamic Kids Wear berkesempatan untuk hadir dalam seminar marketing yang diselenggarakan Rotary Club dengan tajuk “Marketing 3.0, Values-Driven Marketing”. Tidak tanggung-tanggung, seminar ini menghadirkan pakar & praktisi marketing yang tidak asing lagi dikalangan entrepreneur, yaitu Hermawan Kartajaya dan Tanadi Santoso.

Pada tulisan ini, saya akan coba menyampaikan penuturan dari sang begawan marketing, Hermawan Kartajaya yang mengulas konsep marketing 3.0.

Penjelasannya diawali dengan menunjukkan satu persatu focus dari versi marketing yang selama ini pernah ada.

Read the rest of this entry »


Discovery Driven Planning (DDP)

November 7, 2007

Kebanyakan orang itu memiliki formula dalam mengelola keuangannya adalah : penghasilan – pengeluaran = saving. Padahal seharusnya paling tidak formulanya adalah seperti ini : penghasilan – saving = pengeluaran. Kalau dilihat dua formula tersebut memang ada perbedaan terutama dalam “paradigma” pengelolaan keuangan yang cerdas. Nah, bagaimana dengan anda…?

Sesuai dengan postingan sebelumnya, kita harus memiliki cita-cita kemudian baru kita buat strategi dan yang terpenting adalah perkiraan keuangan yang kita butuhkan untuk memenuhi seluruh cita-cita yang kita rumuskan tadi. Dari sumber mana saja keuangan itu kita dapatkan dan akhirnya usaha apa yang bisa memenuhinya.

Read the rest of this entry »