Enam Per-TANYA-an Imam Al Ghozali

January 25, 2008

Suatu hari, Imam Al-Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya.

Lalu Imam Al-Ghozali bertanya, pertama, “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”. Murid-muridnya ada yang menjawab orang tua, guru, teman dan kerabatnya. Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “KEMATIAN”. Sebab itu sudah janji Allah SWT. bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (QS:Ali-Imran 185)

Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua. “Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini ?”. Murid -muridnya ada yang menjawab negara Cina, bulan, matahari, dan bintang-bintang. Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “MASA LALU”.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Mangkuk Cantik, Madu dan Sehelai Rambut

November 16, 2007

Rasulullah saw. dengan sahabat-sahabatnya seperti Abu Bakar r.a, Umar r.a, Utsman r.a, bertamu kerumah Ali ra. Di rumah Ali ra, Istrinya Sayyidatina Fathimah r.a, putri Rasulullah saw menghidangkan untuk mereka madu yang diletakan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut kedalamnya.

Baginda Rasulullah saw. kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut, mangkuk yang cantik, madu dan sehelai rambut.

Abubakar r.a. berkata: ”Iman itu lebih cantik dari pada mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman lebih susah dari meniti sehelai rambut”.

Read the rest of this entry »


Catatan Idul Fitri II : Emansipasi & Kesetaraan

October 22, 2007

Dalam suatu kesempatan pasca Hijrah, Rasulullah saw mengumpulkan para Tokoh dan Kaum Muslimin yang ada di Madinah. Rasulullah saw menyampaikan pidato yang sangat fenomenal dan karenanya dibadikan dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi berikut ini :

”ayyuhan naas ; absus salam, wa ath’imu tho’am, wasilul arham, washollu bilaili wannaasu niyam”

”wahai sekalian manusia ; tebarkanlah salam, dan berikanlah makanan, dan sambung silaturrahim, dan sholatlah di malam hari saat manusia tidur”

Read the rest of this entry »


Catatan Idul Fitri I : kembali ke FITHRAH

October 22, 2007

Kembali saat ini kita masih bisa menikmati suasana Idul Fitri 1428 meskipun masih ada juga perbedaan dalam penentuan 1 Syawalnya sehingga ummat ini akhirnya ber-idul fitri tidak lagi bersamaan. Dan Alhamdulillah dalam tradisi muslim jawa kemarin baru saja melaksanakan LEBARAN KETUPAT, yang tentu saja ditandai dengan melimpahnya makanan seperti ketupat, opor ayam, sambal goreng ati dsb.

FITHRAH DALAM SYMBOL
Belum selesai Ramadhan, kebanyakan kita sudah mulai disibukkan dengan pekerjaan “symbol” ini, dari mulai mempersiapkan BAJU BARU untuk keluarga dan kita sendiri, persiapan MUDIK ke kampung halaman sampai dengan acara HALAL BIHALAL / REUNI-AN.

Read the rest of this entry »


Menciptakan Harmonisasi Keluarga

October 9, 2007

Ramadhan adalah momentum yang sangat tepat untuk melakukan harmonisasi keluarga. Betapa banyak aktifitas ibadah di bulan ramadhan yang bisa kita lakukan bersama-sama kelurga, seperti buka bersama keluarga, sahur bersama keluarga, sholat tarawih berjama’ah dengan keluarga dan aktifitas lainnya yang sangat sayang kalau itu kita lakukan sendirian.

Kita bisa mendengarkan celoteh anak-anak kita yang membaca do’a berbuka puasa meskipun dengan sedikit cadel dan suasana lainnya yang terasa sangat indah dan membangkitkan semangat beribadah kita kepada Allah SWT. Itulah yang dilakukan Rasulullah SAW, yaitu mengajak serta seluruh anggota keluarganya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Hal ini bisa kita lihat dalam salah satu riwayat hadist yang mengungkapkan tentang kebiasaan Rasulullah SAW ketika memasuki sepuluh hari yang terakhir di bulan ramadhan, yaitu : Read the rest of this entry »


Menegakkan Nilai-Nilai Ramadhan

October 9, 2007

Ramadhan Segera Berlalu

Seiring dengan cepatnya waktu berlalu, ternyata tanpa terasa ramadhan begitu cepatnya berjalan meninggalkan kita. Padahal kita belum maksimal membaca Al-Qur’an, belum maksimal shalat malam, belum maksimal melaksanakan shiyam dan juga belum optimal untuk melaksanakan ibadah-ibadah lainnya. Setetes air mata mengalir dari ujung mata, perasaan sedih bergemuruh dalam kalbu, Ya Allah, akankah Ramadhan tahun depan, kami masih dapat bertemu lagi dengan bulan Ramadhan?

Dahulu para salafuna shaleh, air mata mereka meleleh membasahi pipi dan lihyah lantaran Ramadhan pergi meninggalkan mereka. Terkadang dari lisan mereka terucap sebuah doa, sebagai ungkapan kerinduan akan datangnya ramadhan dan ramadhan :

Read the rest of this entry »


Amalan Ahli Surga

October 3, 2007

Syaikh Said Hawa dalam salah satu bukunya “TAZKIYATUN NAFS / MENYUCIKAN JIWA” yang merupakan ringkasan dari KITAB IHYA’ ULUMUDDIN – IMAM AL GHOZALI yang termahsyur itu menyampaikan bahwa, ada 5 prasyarat untuk masuk surga (tetap istiqomah berada dalam amalan ahli surga), diantaranya :

  1. Menjaga istiqomah & konsistensi dalam beribadah kepada Allah SWT
  2. Melakukan amal ibadah dengan penuh keseriusan
  3. Selalu menumbuhkan “muroqobatullah” baik dalam kesendirian maupun kebersamaan
  4. Menantikan datangnya kematian dengan penuh kesiapan
  5. Membiasakan diri untuk bermuhasabah

Read the rest of this entry »