Are You Profesional : Menuju Sukses Kuliah

November 26, 2007

Waktu diskusi dengan teman-teman Unair, saya mengawalinya dengan pertanyaan-pertanyaan : siapa yang finish terlebih dahulu, berapa jumlah pemain yang bisa finish, apa yang dirasakan oleh pemain yang tidak bisa finish/finish pada urutan belakang, apa yang diperoleh dengan prestasi yang telah dicapai.

Pertanyaan tadi adalah kalimat tanya ”retoris”, yang tidak membutuhkan jawanban memang tapi membutuhkan perenungan yang mendalam akan tujuan hidup yang ingin kita gariskan. Supaya diri kita bisa melesat seperti lepasnya anak panah dari busur untuk menggapai ”asa” kita maka kita harus bisa merenungkan sekali lagi akan garis hidup yang ingin kita capai. Setinggi apapun tujuan hidup itu dan sebesar apapun pengorbanan yang siap kita tanggung.

Read the rest of this entry »

Advertisements

Sharing Dengan Mahasiswa

November 23, 2007

Pekan ini, ada dua kampus yang harus saya kunjungi untuk memenuhi undangan organisasi kemahasiswaan dalam rangka pelatihan mahasiswa.

Yang pertama adalah Sabtu kemarin saya bertandang ke almamater Kampus ITS, untuk memberikan sharing di acara PSI 2 (Program Studi Islam 2) yaitu pelatihan yang diperuntukkan bagi calon middle manager di JMMI (Jama’ah Masjid Manarul ‘Ilmi) ITS Surabaya.

Read the rest of this entry »


Mangkuk Cantik, Madu dan Sehelai Rambut

November 16, 2007

Rasulullah saw. dengan sahabat-sahabatnya seperti Abu Bakar r.a, Umar r.a, Utsman r.a, bertamu kerumah Ali ra. Di rumah Ali ra, Istrinya Sayyidatina Fathimah r.a, putri Rasulullah saw menghidangkan untuk mereka madu yang diletakan di dalam sebuah mangkuk yang cantik, dan ketika semangkuk madu itu dihidangkan sehelai rambut terikut kedalamnya.

Baginda Rasulullah saw. kemudian meminta kesemua sahabatnya untuk membuat suatu perbandingan terhadap ketiga benda tersebut, mangkuk yang cantik, madu dan sehelai rambut.

Abubakar r.a. berkata: ”Iman itu lebih cantik dari pada mangkuk yang cantik ini, orang yang beriman itu lebih manis dari madu, dan mempertahankan iman lebih susah dari meniti sehelai rambut”.

Read the rest of this entry »


Sukses Itu PILIHAN

November 12, 2007

Seorang sahabat Rasulullah saw yang bernama Abu Huroiroh yang terkenal sebagai perawi hadist itu memang tergolong sebagai Ahlu Suffah, yaitu Sahabat Rasulullah saw. yang miskin dan tidak memiliki rumah, bertimpat tinggal di Suffah (tempat berteduh, masjid). Di sini mereka mendapat pendidikan tentang Islam dan mengamalkannya.

Jadi, ”miskin” mereka itu karena PILIHAN dan bukan karena tidak memiliki ketrampilan dalam mencari uang seperti peran ASRUL dalam sinetron ramadhan PPT (Para Pencari Tuhan) yang merupakan karya terbaik yang ditampilkan televisi sepanjang bulan ramadhan kemarin yang menemani sahur kita. Abu Huroiroh misalnya, dia selalu mengikuti kemanapun Rasulullah saw pergi untuk membukukan hadist, makanya tidak heran kalau kita banyak melihat hadist yang diriwayatkan Abu Huroiiroh.

Sementara ada sahabat lain yang KAYA secara finansial, sebut saja Ustman Bin Affan, Abu Bakar Ash Shidiq, Umar Bin Khottob, Abdurrahman Bin Auf, dll. Seperti yang saya kisahkan dalam tulisan terdahulu tentang Abdurrahman Bin Auf, bagaimana sahabat-sahabat ini memiliki naluri entrepreneur yang luar biasa dan bisa dikatakan “uang” yang mengejar mereka. Hal ini seperti perkataan abdurrahman Bin Auf yang berbunyi :

“Saya tidak mengangkat batu, kecuali dibawahnya ada emas dan perak”

Tapi jangan salah, mereka menaruh harta hanya sebatas di tangan dan bukan di hati, seperti yang diungkapkan Umar Bin Khottob. Jadi berinfak bagi mereka adalah suatu hobi yang takkan tergantikan. Lihat kisah Ustman Bin Affan dalam postingan saya sebelum ini dan juga kisah berlomba-lombanya para sahabat dalam menginfakkan hartanya di perang tabuk yang diabadikan dalam sebuah riwayat.

Akhirnya, Umar mengakui kehebatan Abu Bakar dalam hal beramal dan mengatakan sampai kapanpun saya tidak dapat menandingi prestasi ibadah Abu Bakar. Karena Abu Bakar menginfakkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Allah & Rasul-nya untuk keluarganya, sementara Umar menginfakkan separuh hartanya, Nah Lho.

Sekarang mari kita tengok kisah shalafus sholih setelah generasi sahabat yang juga tak kalah hebatnya dalam memaknai sukses.

Konon Imam Abu hanifah, selain sebagai imam mahdzab yang faqih dalam agama adalah seorang entrepreneur yang sangat berdaya. Abu Hanifah mengawali aktifitas entrepreneurnya dengan berjualan roti di pasar sampai pada akhirnya memiliki jasa keuangan (Khilafah & Kerajaan).

Dan karena saking mandirinya, beliau menjadi da’i yang sangat merdeka termasuk bisa menegur Khalifah pada saat itu untuk kembali kepada kebenaran. Sampai pada akhirnya beliau diminta menjadi Qodhi (=hakim) di Kekhilafahan dan beliau menolaknya dengan tegas. Karena pada masa itu, Qodhi di Kekhilafahan sama halnya sebagai tukang stempel saja, sama nggak ya dengan negeri kita saat ini ?

Menurut Imam Abu Hanifah, da’i harus berdaya dan memberdayakan. Dengan kepandaiannya, beliau mendedikasikan dirinya untuk mengajarkan islam kepada semua kalangan. Dan dengan bisnisnya yang luar biasa besarnya itu, beliau juga bisa memberikan beasiswa kepada seluruh murid-muridnya bahkan sampai keluar negeri dengan biaya penuh darinya.

Dan jangan ditanya, assetnya kalau dikurskan denagan nilai sekarang mencapai 1.7 trilliun, lebis besar dari dana rakyat indonesia yang dibawa lari edi tansil dulu. edi tansil, tanya keumana..?

Jadi, jangan terlalu lama membuat pilihan. Semakin lama membuat pilihan semakin lama pula sukses akan menemui kita. Segera tentukan PILIHAN SUKSES kita, sebagai apa, kemana arah tujuan hidup kita…dst…..

Arai, dalam tokoh ”Sang Pemimpi” nya Mas Andrea Hirata sering mengatakan :
“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu”


Berdo’a Di Multazam

November 9, 2007

Kalau kita mau SUKSES, maka kita harus segera “MENULIS” apapun yang menjadi keinginan kita didalam dokumen “DREAMBOOK” kita. Selanjutnya inilah yang akan kita komunikasikan kepada Allah SWT dengan penuh “POSITIVE FEELLING”.

Apalagi kalau kita berdo’a secara khusus di Multazam, dimana menurut banyak riwayat, do’a yang dilakukan disana insyaallah mustajabah (dikabulkan). Kata Pak Subchan lagi, kita harus memiliki daftar do’a yang kita panjatkan di Multazam kemudian kita pulang ke tanah air dan kita beri tanda do’a apa saja yang sudah terkabulkan.

Pertengahan tahun ini, beliau berkesempatan menunaikan ibadah umroh dan membuktikan apa yang dinasehatkan ustadz kepadanya terkait keutamaan do’a di multazam. Dan beberapa bulan setelah umroh, beliau sangat takjub, SUBHANALLAH, karena hampir 70 % do’a yang dipanjatkan di Multazam sudah terkabul. Sekali lagi, Allah Maha Mendengar, Allah Maha Mengabulkan do’a hamba-Nya dan Allah tergantung dengan prasangka hamba-Nya.

Read the rest of this entry »


Discovery Driven Planning (DDP)

November 7, 2007

Kebanyakan orang itu memiliki formula dalam mengelola keuangannya adalah : penghasilan – pengeluaran = saving. Padahal seharusnya paling tidak formulanya adalah seperti ini : penghasilan – saving = pengeluaran. Kalau dilihat dua formula tersebut memang ada perbedaan terutama dalam “paradigma” pengelolaan keuangan yang cerdas. Nah, bagaimana dengan anda…?

Sesuai dengan postingan sebelumnya, kita harus memiliki cita-cita kemudian baru kita buat strategi dan yang terpenting adalah perkiraan keuangan yang kita butuhkan untuk memenuhi seluruh cita-cita yang kita rumuskan tadi. Dari sumber mana saja keuangan itu kita dapatkan dan akhirnya usaha apa yang bisa memenuhinya.

Read the rest of this entry »


Road To Success : From Zero To Hero

November 6, 2007

Untuk kesekian kalinya saya bisa bertemu lagi dengan seseorang yang luar biasa. Namanya Ahmad Subchan, beliau saat ini selain menjalankan rutinitas bisnis yang dilakoninya sejak lulus kuliah dulu juga sebagai anggota DRPD Propinsi Jawa Timur.

Beliau sekarang berada di Komisi C yang membidangi masalah keuangan dan pernah belajar Financial Planning di UK Petra Surabaya dalam rangka studi Masternya.

Ada tiga hal yang disampaikan dalam kesempatan pertemuan kemarin, yaitu : tentang cita-cita, paradigma berfikir dan perencanaan & strategi.

Read the rest of this entry »